Banyak yang menganggap kalau memulai bisnis kuliner butuh modal besar dan tempat yang luas, seperti restoran atau kafe. Padahal, kamu tidak selalu harus memulai dari sesuatu yang besar, kok. Salah satu contoh usaha kuliner yang simpel adalah warmindo alias warung makan Indomie. Apalagi, peluang usaha warmindo termasuk cukup menjanjikan karena banyak masyarakat yang sudah tidak asing dengan warung ini. Seberapa menguntungkan, memangnya? Yuk, kita cari tahu di sini!
Mengulik Peluang Usaha Warmindo
Salah satu rahasia di balik peluang usaha warmindo yang menguntungkan adalah seberapa luas target pasarnya. Soalnya, kamu bisa menjangkau pelajar, mahasiswa, hingga pekerja kantoran. Selain itu, tingkat permintaan untuk makanan cepat saji seperti yang ditawarkan warmindo juga sangat tinggi, terutama di area yang padat penduduk dan lingkungan kampus.
Estimasi Modal dan Peralatan yang Dibutuhkan Usaha Warmindo
Memulai usaha warmindo tidak membutuhkan modal yang terlalu besar. Ini dia rincian lengkapnya:
Barang |
Harga |
Jumlah |
Total |
Perlengkapan masak (panci, wajan, kompor gas 2 tungku) |
Rp1.800.000 |
1 |
Rp1.800.000 |
Kabinet dan etalase kaca |
Rp500.000 |
1 |
Rp500.000 |
Kursi dan meja |
Rp2.500.000 |
1 set |
Rp2.500.000 |
Mi instan |
Rp120.000 |
20 kardus |
Rp2.400.000 |
Telur |
Rp30.000 |
40 kg |
Rp1.200.000 |
Sawi hijau |
Rp8.000 |
100 ikat |
Rp800.000 |
Minuman sachet |
Rp12.000 |
50 renteng |
Rp600.000 |
Air mineral isi ulang |
Rp20.000 |
100 |
Rp2.000.000 |
Tagihan listrik per bulan |
Rp900.000 |
6 bulan |
Rp5.400.000 |
Total |
Rp17.200.000 |
Jika ditotal, kamu perlu modal sekitar Rp17,2 juta untuk membuka usaha warmindo. Tapi, angka ini bisa lebih tinggi atau rendah tergantung dari skala usaha dan lokasinya.
Perkiraan Omset Usaha Warmindo
Dengan kisaran harga Rp10.000 hingga Rp15.000 per mangkuk, kamu bisa mendapatkan omset yang cukup besar jika lokasinya strategis dan ramai pengunjung. Misalnya, kalau dalam sehari kamu bisa menjual 50 hingga 100 porsi, omset harianmu bisa mencapai Rp500.000 hingga Rp1.500.000. Dalam sebulan, omset yang didapat berpotensi menyentuh angka Rp15 juta hingga Rp45 juta.
Tantangan Usaha Warmindo
Warmindo sangat populer di Indonesia, sehingga kamu mungkin menemukan banyak kompetitor di lokasi-lokasi tertentu. Selain itu, menjaga kualitas makanan dan pelayanan juga menjadi tantangan tersendiri, terutama dengan modal terbatas. Faktor lainnya yang tidak kalah penting adalah fluktuasi harga bahan baku. Harga Indomie, telur, dan bahan lainnya bisa naik sewaktu-waktu, dan ini akan memengaruhi margin keuntungan.
Baca Juga: Rincian Modal Usaha Warkop yang Hemat
Tips Memulai dan Mengembangkan Usaha Warmindo
Tertarik menjadi pemilik warung makan Indomie? Yuk, maksimalkan peluang usaha warmindo kamu dengan tips-tips berikut:
1. Pilih lokasi yang strategis
Lokasi adalah salah satu kunci utama kesuksesan warmindo. Pilihlah tempat yang ramai, seperti dekat dengan kampus, perkantoran, atau kawasan industri. Dengan begitu, kamu bisa menjangkau lebih banyak pelanggan potensial yang mencari makanan cepat dan terjangkau. Untuk menghemat biaya sewa, kamu juga bisa memulai usaha rumahan selama lokasinya dilewati banyak orang dan kamu memang sudah punya izin.
2. Tawarkan menu makanan yang menarik
Selain menawarkan menu standar seperti Indomie telur kornet atau Indomie telur, kamu juga bisa berinovasi dengan menu-menu baru. Contohnya, mie pedas level, mie goreng mozzarella, atau Indomie dengan ayam geprek crispy atau telur setengah matang. Variasi ini bisa menarik pelanggan baru dan mempertahankan pelanggan lama.
3. Berikan pelayanan yang ramah
Selain rasa dan harga, pelayanan yang ramah dan cepat juga sangat memengaruhi kepuasan pelanggan. Selalu pastikan pelanggan merasa dihargai dan dilayani dengan baik. Sapaan sederhana seperti “Selamat datang” atau “Terima kasih” bisa meninggalkan kesan positif yang kuat.
4. Sediakan lebih dari satu metode pembayaran
Saat ini, banyak orang yang lebih suka menggunakan metode pembayaran digital seperti QRIS. Tapi, tidak menutup kemungkinan ada juga yang lebih memilih uang tunai karena alasan tertentu. Jadi, sebaiknya kamu menyediakan berbagai metode pembayaran untuk warmindo kamu.
Lantas, bagaimana kamu bisa menerima pembayaran via QRIS? Gampang, kamu dapat menjadi GoPay Merchant dan langsung memperoleh QRIS secara gratis! Kalau kamu mendaftarkan warungmu sebagai Usaha Mikro, kamu bisa menikmati biaya transaksi QRIS gratis (MDR 0%) untuk pembayaran kurang dari Rp100 ribu (menjadi Rp500 ribu per 1 Desember 2024), lho! Selain itu, kamu juga bisa menyewa GoPay Spiker supaya pelayanan jadi lebih cepat.
Sambil merangkap jadi kasir, kamu bisa sekalian mengerjakan pesanan pelanggan karena GoPay Spiker dapat melafalkan nominal pembayaran yang masuk ke rekeningmu agar tidak perlu cek aplikasi berulang kali! Praktis, kan? Yuk, download GoPay Merchant App untuk memaksimalkan peluang usaha warmindo!