Gaya Hidup Gen Z yang Serba FOMO Bikin Susah Nabung? Coba 7 Cara Ini Biar Uang Tetap Aman

10 April 2026

•

5 min

gaya hidup gen z

Siapa yang nggak suka nongkrong santai di kafe estetik atau jajan kopi susu kekinian setiap sore? Fenomena ini memang udah jadi bagian dari gaya hidup Gen Z yang dinamis. 

Tapi, di balik keseruan itu, ada bayang-bayang FOMO atau Fear of Missing Out yang sering menghantui. 

Banyak yang ngerasa bahwa Gen Z sulit nabung karena tuntutan sosial zaman sekarang yang begitu tinggi. Padahal, kamu tetap bisa menjaga kesehatan finansial tanpa harus kehilangan momen seru bersama teman-teman, kok. 

Gimana caranya Gen Z bisa nabung? Yuk, coba tips dan trik di bawah ini!

BACA JUGA: Cara Membagi Uang Gaji Agar Cukup

1. Tentukan Tujuan Menabung

Tentukan Tujuan Menabung

Tentukan Tujuan Menabung | Sumber: Unsplash.com/ronnieovergoor

Pertama dan yang terpenting, kamu harus tahu kenapa kamu mau menabung. Tanpa tujuan yang jelas, kamu bakal lebih gampang tergoda buat belanjain uang tersebut sampai ludes.

Tujuannya sendiri nggak harus yang muluk-muluk, kok. Kamu bisa pasang target nyata seperti mau beli laptop baru buat kerja atau ngumpulin modal nonton konser musik internasional di luar negeri. 

Apa pun tujuanmu, visualisasikan keinginan tersebut biar kamu lebih semangat dan disiplin saat harus menyisihkan gaji bulanan. Terus, catat di aplikasi pengingat atau coba tempel di meja kerjamu.

Kalau udah, hitung berapa nominal yang harus kamu kumpulin setiap minggu atau setiap bulannya. Setiap kali rasa FOMO muncul untuk beli barang yang nggak penting, ingatlah kembali target besar yang pengin kamu capai.

2. Pisahkan Uang Tabungan dari Rekening Sehari-hari

Pisahkan Uang Tabungan dari Rekening Sehari-hari

Pisahkan Uang Tabungan dari Rekening Sehari-hari | Sumber: Unsplash.com/andretaissin

Salah satu kesalahan fatal yang bikin Gen Z sulit menabung tapi sering banget dilakuin adalah menggunakan satu rekening buat uang jajan dan uang yang pengen ditabung.

Soalnya, kalau uangnya masih kelihatan di saldo utama, secara psikologis kamu bakal merasa masih punya banyak uang buat belanja. Akhirnya, tanpa sadar kamu memakai jatah tabungan cuma buat memenuhi keinginan sesaat yang sebenarnya bisa ditunda. 

Jadi, sebaiknya kamu punya minimal dua rekening yang berbeda total fungsinya. Pakai satu rekening untuk biaya hidup sehari-hari seperti makan, transportasi, dan bayar sewa kos.

Sementara itu, rekening yang satu lagi khusus buat nyimpan uang tabungan. Kamu sama sekali nggak boleh nyentuh uang di rekening tersebut.

Untungnya, sekarang ada banyak aplikasi perbankan digital yang memudahkanmu buka lebih dari satu rekening tanpa biaya admin tambahan.

Selain itu, kamu juga bisa pakai fitur auto-debit agar uang tabungan langsung terpotong begitu gaji atau uang saku masuk. Dengan begitu, kamu nggak perlu menunggu sisa uang di akhir bulan untuk ditabung.

3. Sisihkan Gaji untuk Dana Darurat

Sisihkan Gaji untuk Dana Darurat

Sisihkan Gaji untuk Dana Darurat | Sumber: Unsplash.com/pampouks

Hidup emang penuh dengan kejutan, tapi sayangnya nggak semua kejutan itu menyenangkan buat keuanganmu. Misalnya, mungkin aja ban motor buat berangkat kerja tiba-tiba bocor, HP kamu mati total, atau ada keluarga dengan keperluan mendesak.

Buat mengantisipasi semua situasi tersebut, sebaiknya kamu nyisihin sebagian dari gaji bulanan ke rekening khusus dana darurat. Berapa, sih, persentase yang ideal untuk dana cadangan setiap bulannya?

Jumlah yang paling ideal jelas 20% dari total pendapatan bulananmu. Tapi, kalau dirasa terlalu berat di awal, kamu bisa mulai dari 10% dulu. Yang penting, kamu konsisten menabung dana darurat tiap bulan.

Terus, kumpulin uang tersebut sampai kamu punya simpanan setara 3-6 kali pengeluaran bulanan biar lebih tenang.

Jangan pernah pakai dana darurat untuk beli tiket konser atau diskon flash sale barang yang nggak mendesak. Kamu cuma boleh nyentuh uang itu untuk situasi yang bisa mengancam stabilitas kehidupan sehari-harimu.

BACA JUGA: Cara Mengatur Keuangan Bulanan

4. Catat Semua Pengeluaran

Catat Semua Pengeluaran

Catat Semua Pengeluaran | Sumber: Unsplash.com/austindistel

Pernah nggak, kamu ngerasa uang cepat banget habis padahal nggak beli barang yang mahal-mahal banget? Bisa jadi penyebabnya adalah pengeluaran kecil yang sering diabaikan seperti biaya parkir, admin bank, atau jajan camilan. 

Mencatat semua pengeluaran, sekecil apa pun itu, akan memberimu gambaran nyata uangmu udah ke mana aja. Kamu bisa pakai aplikasi pengatur keuangan atau sekadar catatan sederhana di HP untuk melacak setiap Rupiah.

Biasanya, setelah melihat totalnya di akhir bulan, banyak orang kaget melihat ada pengeluaran receh yang ternyata membengkak. 

Informasi ini berguna banget biar kamu bisa mengurangi pengeluaran yang kurang perlu. Misalnya, kalau kamu udah menghabiskan terlalu banyak uang buat jajan kopi dalam sebulan, kamu bisa mulai bawa seduhan kopi sendiri dari rumah beberapa kali seminggu.

5. Bedakan Kebutuhan dan Keinginan

Bedakan Kebutuhan dan Keinginan

Bedakan Kebutuhan dan Keinginan | Sumber: Unsplash.com/charlesdeluvio

Di era media sosial seperti sekarang, batas antara kebutuhan dan keinginan sering kali tipis banget. Habis melihat foto teman-teman pakai sepatu baru, mungkin kamu ngerasa butuh barang itu juga. Padahal, bisa jadi sepatu lamamu masih bagus.

Makanya, dalam situasi tersebut, kamu mesti pintar-pintar bedain kebutuhan dan keinginan. Kebutuhan adalah hal-hal dasar yang kalau nggak dipenuhi akan mengganggu kelangsungan hidupmu. Contohnya, makan dan tempat tinggal. 

Sementara itu, keinginan adalah hal-hal tambahan yang tujuannya lebih ke arah kepuasan emosional atau sekadar mengikuti tren pasar. Misalnya, beli gadget atau baju baru di saat belum butuh banget.

Sebelum ngambil keputusan untuk beli apa pun, coba tunggu dulu selama 24 jam atau bahkan sampai 3 hari. Terus, tanya dirimu sendiri, “Apa aku masih pengin barang tersebut?” 

Sering kali, keinginan untuk belanja itu cuma muncul karena impuls sesaat atau godaan iklan yang lewat di medsos. Belajarlah untuk berkata nggak pada diri sendiri demi mencapai stabilitas keuangan yang lebih baik di masa depan.

Eits, bukan berarti kamu sama sekali nggak boleh beli barang dalam wishlist, kok. Tentu aja boleh sebagai self-reward. Tapi, pastikan kamu beli barang tersebut dengan uang jatah untuk hiburan, bukan uang tabungan.

6. Batasi Budget Harian

Batasi Budget Harian

Batasi Budget Harian | Sumber: Unsplash.com/kharp

Salah satu cara paling praktis buat mengontrol pengeluaran di tengah gempuran gaya hidup Gen Z adalah dengan menetapkan batasan budget harian yang ketat. 

Misalnya, kamu bisa pasang batas maksimal pengeluaran harian sebesar Rp100.000 untuk makan dan segala keperluan lainnya. 

Kalau hari ini kamu ngelewatin batas tersebut karena ada acara spesial, berarti besoknya kamu harus mengurangi pengeluaran. Kedisiplinan dalam menjaga angka harian ini akan membantumu tetap mengikuti target menabung di awal.

Jangan lupa juga luangin waktu di setiap akhir minggu, misalnya hari Minggu malam, buat evaluasi singkat. Evaluasi mingguan ini jauh lebih efektif daripada hanya mengecek keuangan di akhir bulan saat uang udah terlanjur habis.

Lihat kembali catatan pengeluaranmu selama seminggu terakhir dan bandingkan dengan budget yang udah kamu susun. Kalau masih ada sisa uang dari budget mingguan, jangan langsung dihabisin buat jajan sebagai bentuk perayaan. 

Akan lebih baik kalau sisa uang tersebut kamu kembalikan ke rekening tabungan atau dana darurat.

7. Simpan Uang di Deposito

Simpan Uang di Deposito

Simpan Uang di Deposito | Sumber: Unsplash.com/techdailyca

Kamu udah mulai rutin menabung? Sekarang saatnya cari cara supaya uang tabungan tersebut nggak kepakai untuk keperluan kurang penting. Misalnya, kamu bisa coba simpan tabunganmu di rekening deposito.

Kenapa harus deposito? Simpelnya, kamu bakal dituntut untuk mengunci uang di rekening khusus selama jangka waktu yang udah disepakati di awal. Kamu bisa pilih jangka waktu yang sesuai dengan tujuanmu, mulai dari satu bulan hingga satu tahun atau lebih.

Kalau uangnya terpaksa diambil sebelum tenornya habis, bisa jadi kamu kena penalti atau bunga yang didapat jadi lebih kecil. Hal ini sangat efektif mencegah kamu mengambil uang tabungan cuma buat memenuhi keinginan impulsif atas dasar FOMO.

Selain itu, uang yang kamu simpan di deposito juga berpotensi terus bertumbuh dari bunga. Besaran bunga yang kamu dapetin pun udah dipastikan sejak awal perjanjian. Jadi, kamu nggak perlu khawatir soal fluktuasi pasar yang ekstrem.

BACA JUGA: Perbedaan Tabungan Konvensional dan Deposito

Mengatur keuangan memang butuh komitmen, tapi hasilnya bakal bikin hidupmu jauh lebih nyaman dan minim stres nantinya. Jangan biarkan tren sesaat dan FOMO merusak rencana jangka panjang yang mau kamu raih.

Kabar baiknya, sekarang udah ada GoPay Deposito by Jago buat bantu kamu menabung. Tabungan deposito ini cocok banget buat gaya hidup Gen Z yang serba dinamis dan mau segalanya lebih praktis.

Soalnya, kamu bisa nyimpan uang dengan lebih mudah langsung dari aplikasi GoPay. Bahkan, buat buka rekeningnya, kamu nggak perlu ribet datang ke kantor cabang bank, lho!

Nggak sampai di sana aja, ada juga promo GoPay Deposito yang bikin tabungan kamu makin cepat bertumbuh maksimal. Tunggu apa lagi? Yuk, buktikan kalau Gen Z juga bisa nabung!

Artikel Terkait