Ramadan is here! Selain ibadah puasa, Ramadan juga identik dengan berbagai tradisi di Indonesia; mulai dari ngabuburit, hunting takjil, buka puasa bersama, hingga saling kirim hampers. Hal tersebut memunculkan banyak peluang bisnis yang populer karena berkaitan dengan tren terkini. Kamu pun bisa memanfaatkannya untuk memulai usaha sendiri dengan berbagai ide jualan bulan puasa kekinian.
Ide Jualan Bulan Puasa Kekinian
Agar usahamu bisa laris manis selama bulan puasa, sebaiknya pilihlah produk yang sedang banyak dicari orang. Sebagai inspirasi, berikut beberapa ide jualan bulan puasa kekinian yang menarik buat dicoba:
Puding dengan fla aneka rasa
Selama Ramadan, biasanya umat Muslim suka berburu takjil sambil ngabuburit. Untuk itu, kamu bisa berjualan puding sebagai salah satu menu takjil. Agar lebih menarik, sajikan puding dengan fla aneka rasa, seperti vanila, cokelat, dan buah-buahan. Selama berjualan, simpan puding di dalam kulkas agar tetap fresh.
Estimasi Modal Awal:
- Bubuk agar-agar: Rp50.000
- Susu cair: Rp60.000
- Gula: Rp30.000
- Bahan fla seperti susu kental manis: Rp40.000)
- Total Modal Awal: Rp180.000.
Perkiraan Omzet: Dengan asumsi harga jual per cup Rp5.000, omzet keuntungan bisa mencapai Rp250.000 jika stok 50 cup terjual habis. Keuntungan bersih setelah dikurangi biaya pengeluaran kurang lebih Rp70.000 per hari.
Aneka kolak dessert glass
Kolak menjadi salah satu menu takjil populer di Indonesia. Menu ini juga bisa menjadi ide jualan bulan puasa kekinian, lho! Caranya adalah dengan menjual kolak di dalam gelas kaca berukuran kecil. Kemudian, untuk isiannya, kamu bisa menambahkan adonan jelly dan kolang-kaling di samping potongan pisang dan ubi. Sajikan dengan kuah santan dan gula merah sebagai pelengkap.
Estimasi Modal Awal:
- Pisang: Rp80.000
- Ubi: Rp50.000
- Santan: Rp30.000
- Gula merah: Rp40.000
- Gelas kaca kecil: Rp40.000)
- Total Modal Awal: Rp240.000.
Perkiraan Omzet: Misalnya, anggap saja kamu menjual harga per gelas Rp8.000. Dengan asumsi stok 50 gelas terjual habis, kamu bisa mendapatkan omzet kurang lebih Rp400.000 dengan keuntungan sekitar Rp160.000.
Baca juga: 10 Contoh Usaha Kuliner dan Cara Mudah Memulainya
Martabak mini
Selain kolak, gorengan juga menjadi menu takjil yang disukai banyak orang. Namun, agar tidak bosan dengan menu gorengan yang itu-itu saja, kamu bisa menjual martabak mini. Untuk martabak telur, gunakan olahan mi bihun dan sayur sebagai isiannya. Sedangkan untuk martabak manis, kamu bisa menyediakan banyak topping seperti keju, cokelat, selai aneka rasa, dan lainnya.
Estimasi Modal Awal:
- Tepung terigu: Rp40.000
- Telur: Rp50.000
- Susu kental manis: Rp40.000
- Topping seperti cokelat dan keju: Rp70.000
- Total Modal Awal: Rp200.000.
Perkiraan Omzet: Dengan harga jual Rp5.000 per buah dan kalau kamu bisa menjual 50 buah martabak hingga habis, omzetnya dapat mencapai Rp250.000 dengan keuntungan bersih kurang lebih Rp50.000.
Risol bolognese
Tak kalah kekinian, kamu bisa berjualan risol bolognese saat bulan puasa. Bentuknya sama seperti risol pada umumnya, tapi isiannya menggunakan saus bolognese yang dipadukan dengan bahan lain seperti daging cincang, daging ayam, daging asap, makaroni, atau keju. Kamu bisa menentukan sendiri sesuai preferensi, ya!
Estimasi Modal Awal
- Kulit lumpia: Rp50.000
- Daging cincang: Rp70.000
- Saus bolognese: Rp40.000
- Keju: Rp50.000
- Total Modal Awal: Rp210.000.
- Perkiraan Omzet: Anggap saja kamu menjual 30 buah risol dengan harga jual Rp10.000 per buah. Jika habis, kamu bisa memperoleh omzet sekitar Rp300.000 dengan keuntungan bersih kurang lebih Rp90.000.
Mojito sirup
Kalau kamu ingin berjualan minuman kekinian untuk bulan puasa, mojito sirup adalah pilihan yang unik! Ini merupakan minuman segar berbahan sirup rasa mint dan jeruk nipis, dicampur soda atau air mineral. Tapi, kamu juga bisa mengkreasikannya dengan sirup rasa buah lain ditambah daun mint. Minuman ini populer karena rasanya yang segar dan cocok untuk berbuka.
Estimasi Modal Awal:
- Sirup mint: Rp50.000
- Soda: Rp80.000
- Es batu: Rp20.000)
- Cup plastik: Rp50.000
- Total Modal Awal: Rp200.000
Perkiraan Omzet: Anggap saja kamu menjual 25 gelas dengan harga Rp10.000 per gelas. Kalau terjual habis, kamu bisa memperoleh omzet keuntungan sekitar Rp250.000 dan keuntungan bersih sebesar Rp50.000 per hari.
Aneka pai susu
Kamu pasti sudah tidak asing lagi dengan jajanan pai susu yang sedang trending. Bagaimana tidak? Perpaduan rasa krim susu kental manis yang lembut dan kulit pai yang gurih memang lezat, sehingga banyak dicari untuk takjil bulan puasa. Tapi, supaya lebih unik, kamu bisa menyajikan lebih banyak rasa pai susu seperti cokelat, green tea, keju, dan lain-lain.
Estimasi Modal Awal:
- Tepung: Rp30.000
- Mentega: Rp50.000
- Susu kental manis: Rp30.000
- Telur: Rp40.000.
- Total Modal Awal: Rp150.000
Perkiraan Omzet: Dengan harga jual Rp15.000 per pai, omzet kamu bisa mencapai Rp300.000 kalau menjual 20 pai hingga habis. Setelah dikurangi pengeluaran lainnya, keuntungan bersih dari ide jualan ini bisa mencapai Rp150.000 per hari.
Snack olahan kurma
Bulan puasa memang identik dengan buah kurma yang menyegarkan, dan bahkan menjadi anjuran para Rasul untuk berbuka. Nah, kamu bisa memanfaatkan momen ini untuk menjual snack kekinian dengan bahan dasar buah kurma. Contohnya, bola-bola cokelat isi kurma dan kurma isi kacang. Dengan begini, kamu bisa menjangkau orang-orang yang ingin mencoba sesuatu baru dengan buah manis tersebut.
Estimasi Modal Awal:
- Buah kurma: Rp100.000)
- Cokelat: Rp60.000
- Kacang: Rp50.000
- Total Modal Awal: Rp210.000.
Perkiraan Omzet: Anggaplah kamu menjual snack olahan kurma sebanyak 30 buah dengan harga Rp15.000 per porsi. Kalau terjual habis, omzet keuntunganmu bisa mencapai Rp450.000, dan keuntungan bersihnya kurang lebih Rp240.000.
Arancini balls
Ingin menjual snack ala Barat untuk jajanan bulan puasa? Ada satu opsi yang sedang trending, yaitu arancini balls! Ini adalah bola-bola nasi ala Italia yang digoreng tepung dengan isian keju atau daging cincang. Snack ini menjadi favorit banyak orang karena rasanya yang gurih, sekaligus mengenyangkan. Cocok untuk mengganjal perut sebelum berpuasa!
Estimasi Modal Awal:
- Nasi: Rp30.000
- Keju: Rp50.000
- Daging cincang: Rp50.000
- Tepung roti: Rp40.000
- Total Modal Awal: Rp170.000.
Perkiraan Omzet: Dengan asumsi kamu menjual 20 bola hingga habis dan harga per porsi adalah Rp10.000, dalam satu hari kamu bisa memperoleh omzet keuntungan kotor sekitar Rp200.000. Jika dikurangi pengeluaran lainnya, keuntungan bersihnya sekitar Rp30.000 per hari.
Cara Mulai Berjualan di Bulan Puasa
Kalau sudah menentukan ide jualan bulan puasa kekinian, saatnya kamu mulai menjualnya. Untuk meningkatkan peluang keberhasilan, terapkan beberapa cara berikut ini:
Selalu mulai dengan riset pasar
Sebelum berjualan, kamu perlu riset pasar terlebih dulu. Melalui riset, kamu bisa mengidentifikasi rentang usia target pelanggan, gaya hidup, hingga hal-hal yang menjadi minat mereka. Dengan mengenal target pelanggan, kamu dapat membuat produk yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Bahkan, kamu juga bisa mempromosikan produk dengan cara yang relatable. Alhasil, produk yang kamu jual bisa tepat sasaran sehingga meningkatkan peluang penjualan.
Baca juga: Panduan Lengkap Segmentasi Pasar untuk Bisnis
Tetapkan jam operasional yang tepat
Selama menjalankan ibadah puasa, jadwal aktivitas masyarakat mengalami perubahan. Karenanya, tetapkan jam operasional yang tepat untuk berjualan agar bisa laris manis. Misalnya bagi yang menjual takjil, kamu bisa berjualan mulai pukul 16.00 sampai 18.00. Tapi kalau target pelangganmu adalah orang-orang yang butuh menu sahur, berjualan pukul 02.00 hingga 04.00 tentu lebih tepat.
Perkuat konsep unik bisnis
Bukan cuma kamu yang memanfaatkan momen bulan puasa untuk berjualan. Maka dari itu, perkuat konsep usaha kamu agar lebih unik dan menarik daripada para kompetitor. Hal-hal apa saja, sih, yang membuat produkmu unggul? Nah, kamu bisa fokus mempromosikan keunggulan tersebut. Sebagai contoh, kamu dan kompetitor sama-sama menjual martabak manis. Untuk membedakanmu dari mereka, kamu bisa berjualan martabak dalam ukuran mini agar lebih praktis disantap.
Tips Mengembangkan Usaha Jualan di Bulan Puasa
Setelah Ramadan usai, bukan berarti usaha kamu harus ikut berhenti. Kamu bisa, kok, mengembangkan ide jualan bulan puasa kekinian agar terus berjalan hingga setelah Lebaran. Pastikan kamu menjaga kualitas produk agar pelanggan mau kembali. Kemudian, manfaatkan momen-momen spesial untuk memberikan promo, misalnya bundling produk menjelang Lebaran, diskon tanggal kembar, promosi gajian, dan sebagainya.
Tak kalah penting, kamu juga perlu menyediakan metode pembayaran yang mudah bagi pelanggan, misalnya dengan menggunakan kode QR. Penuhi kebutuhan tersebut dengan bergabung sebagai GoPay Merchant. Bahkan tidak hanya itu, kamu sebagai GoPay Merchant juga bisa mendapat informasi lengkap transaksi hingga mengakses beragam skema promo. Berbagai kemudahan ini dapat membantu kamu mengembangkan usaha ke level yang lebih tinggi!
Apapun ide jualan bulan puasa kekinian yang kamu kembangkan, pastikan untuk mengimbanginya dengan layanan yang memuaskan untuk para pelanggan. Wujudkan hal tersebut dengan bergabung menjadi GoPay Merchant! Langsung saja klik di sini untuk mendaftar dan merasakan berbagai manfaatnya!